Rintik Tragis



Bulir-bulir itu mulai akan menyerang sang bumi dg semangat ingin di fungsikan sebagaimana mestinya, seperti ribuan bahkan jutaan prajurit yang maju di medan perang mereka menghujani siapa saja yg berada didepannya oops dibawahnya,,
........
Nampaklah sebuah kerajaan semut yg sedang bekerja dg penuh keikhlasan dan mengharap ridho dri pencipta,,
Nampak mendung menyelimuti pandangan mereka ,, tak lama kemudian sang ratu mengumpulkan para petinggi kerajaannya yang megah,,
Mereka berdiskusi untuk mngambil langkah cepat dan tanggap dikala iklim tak menentu seperti ini,,
Braaakkk,, dg muka memerah sg ratu mnggebrak meja nmpak mahkota nya berubah warna selaras dg paras mukanya,,
"ini pancaroba, mndung hanya dsekitar kita, belum tentu ini hujan"
"kerja,kerja,kerja" lanjutnya dg tegas
Begitilah hasil rapat singkat tersebut, akhirnya seluruh ejabat tinggi kerajaan memanggil semua media yang herda di dekatnya, dan menyampaikan hasil rapat dg tambahan sok bijaknya,
Dan dg cepat berita beredar
...
Rerintik yg sudah bersiap mngahantam akhirnya meluncur dan tetesan pertama jatuh mengenai kepala seekor semut pekerja diq jatuh telungkup dg krpalanya yg langsung mmbentur tanah sementara sebutir beras yang ada dikepalanya pun lgsung terlempar keatas semut pekerja lainnya yg di belakang lgsung seketika itu berteriakkk dg sebelumnya menarik nafas panjang seakan mau menelan seluruh bumiii
"hujaaaaaannnnnn"teriaknyaaa
membuyarkan lamunan seluruh semut yang sedang berbaris panjang seperti naga dg ekor seperti hampir tak berujung mereka berlarian meninggalkan apa2 saja yang mereka bawa untuk langsumg masuk ke sarangnya,
Namun apa boleh dikata hujan yang sebenarnya hanya rerintik itu membuat para semut jatuh satu persatu dg gaya tragisnya masing-masing.
.....
Sekejap setelah peristiwa itu seluruh semut selamat yang ada didalam sarang menangis dg terisak mereka tak mampu mmbendung air mata nya melihat teman2 seperjuangannya telah pada binasa terkena dampak rerintik itu, banya dari mereka yg pingsan dan langsung terbawa aliran air kearah sungai dan tak kembali.
Tetiba saja sang ratu dg suara terisakkk menyampaikan pada rakyatnya ia meminta maaf akan kelalaiannya mengambil keputusan,  dg sambil menahan airmata yg seaakan juga mau banjir dari dalam pelupuk matanya ia nmpak tak menyalahkan siapapun dari petinggi2 kerajaannya,,
Sekiannn
Afif afryandi
9/01/2020

Posting Komentar

0 Komentar