Kebencian Adalah Jatuh Cinta Paling Sengaja



(Karya : susi susanti)
    Di jalanan yang sepi tikungan demi tikungan kami  menembus hujan yang membasahi bumi dan menyakiti mata serta tubuh ini,suasana malam yang sangat dingin motor yang hampir lari dari jalurnya tidak memutuskan niat  kami untuk pergi ke kota Sekadau.Dan kami hanya bisa berdoa agar sampai dengan selamat di kota itu, SEKADAU KOTA PERSINGGAHAN DI SAAT GALAU HAHAHHAHAA
   Memang iya sih, kota Sekadau sering di lewati oleh bus-bus dan truk-truk yang akan pergi ke Sintang atau dari Sintang ke Pontianak dan angkutan truk-truk pembawa barang belanjaan milik pedagang- pedagang besar di Sintang juga melewati kota ini. 
Sekadau adalah tempat yang menjanjikan kenangan meninggalkan kerinduan membuat kita selalu mendambakan sebuah pertemuan.
    Nah singkat cerita,mata kami tak pernah lepas melihat setiap deretan rumah sebelah kiri berharap agar kami tidak tersesat dan sampai ke rumah tujuan dengan selamat.Hingga kami pun melewati simpang kantor bupati yang membuat kami tenang dan menandakan kami semakin dekat dengan tujuan... sampai di depan rumah kos-kosan yang kami tuju kami pun disambut dengan hangat oleh keluarga ibu kos kami,anak- anaknya dan nenek pun ikut menyambut kami , ahh rasanya seperti bertemu keluarga sendiri ibu pun berbicara kepadaku.

ibu : “jauh jauh dari sintang hujan lagi, nama kamu siapa ?”
aku : “nama aku santi, ini teman saya namanya yani”
yani :” nama saya yani bu.” 
ibu : “teman teman yang dua kemana?”
Santi : “yang dua nyusul bu(sambil tersenyum)”
ibu : “ya sudah cepat kalian masuk kasihan dah pada kedinginan kena hujan di jalan, kamarnya d lantai atas,  yuk ibu antar.”
yani : “baik bu... kami pun masuk dan di arahkan ke dalam kmar yang di beritahu oleh ibu.”

   Lelah kami pun terobati dengan merebahkan badan ke kasur yang sangat empuk dan merasa bahagia dengan sambutan hangat dari keluaga itu...
setelah merebahkan badan aku dan yani mencoba berjalan keteras depan tak jauh dari kamarku itu aku melihat ramainya anak anak disana memakai kopiah dan pergi ke musoola
aku : wah rajin rajin ya anak anak disini hujan hujan jam segini uda pada ke mushola 
yani : iya rajin ya kalau di sintang mah ga ada yang kaya gitu
 Aku pun duduk di pagar dan bersandar di sebuah tiang
aku : anaknya ibu kos kita yang tadi ada di belakangnya tadi ya yan?
Yani : mungkin lah, ehh kamu liat gak sebelum kita naik ada foto cwo foto sama ibu pakai baju taruna ya Allah keren banget
Aku : ah gak tertarik,, keren Cuma di foto kan gak ah
Yani “ ( memukul pundakku ) wey broo kamu gak liat apa emang kebalik matanya?
Aku : aku gak tertarik dengan orang kaya gituan apalagi sama bapak polisi , enggak yann
Yani : yaudah deh terserah kamu aja,,, btw ngantuk gak?
Aku : aku ga ngantuk, (dan aku diam sambil memandang masid di depanku)
Yani : makan yok, yoklah pesan sama ibu ?
Aku : okee
Di rumah itu kami mau makan mie bisa beli walaupun uda malam dan warumg gado gado milik ibu sudah tutup
Kami turun dengan langakah malu malu kami bilang sama ibu 
Yani : Ibu kami boleh  beli mie rebus bisa ga ya bu??
Ibu : ya bole laa masa enggak pesen berapa?
Aku duaaaa aja bu hahaha
Ibu : iya sipp

   Kami pun naik ke atas sebelumnaik akupun penasaran lihat  foto yang ada di dinding tangga
Hem bapak itu yang di bilang si yani biasa aja sih pikirku, dan tanpa aku sadari bapak kos pun melihatku memandang foto polisi itu dan ia pun langsung menegurku
Bapak : kamau penasaran ya siapa dia dan gak keliatan dari tadi?
Aku pun hanya membalasnya dengan senyuman lantas bapak itu pun melanjutkan ceritanya 
Bapak : dia itu anak bapak , dia sedang pendidikan polisi di bandung
Lantas aku pun kaget dengna ucapan bapak itu , namun kebencian di hatiku terhadap polisi masih nyata adanya lagi lagi aku hanya membalas senyuman dnegan yang di katakan oleh bapak kok aku pun  ingin langsung naik.
Aku : pak saya ke atas dulu ya?
Bapak :oh iya silahkan 
Aku naik dan aku langsung medekati yani san memukul pundaknya
Aku : wey kamu tau gak orang yang kamu bilang tadi itu belom jadi polisi baru pendidikan kok,
Yani : hahhaha katanya kau ndak mau tau tentang dia , ahahah ini buktinya kamu mala cari tau tentang dia,
Aku : husst aku Cuma penasaran aja kok tadi kamu bilang ada foto polisi jadi ya aku Cuma liat aja,, ee ada bapak kos yang liat aku sedang berdiri di depan foto itu, dia pun cerita langsung tentang anaknya itu
Yani : semoga ja ya sebelum kita selesai pkl kit auda ketemu dengan abang itu
Aku : dengan cepat aku menjawab “ ah gak ngarep ketemu polisi, biasa ja punn”
Yani “ haah kamu mahh, dapat jodoh polisi baru tau rasa kamu yaa
Aku : gak mungkin , huuuuu, aku sambil melempar bantal kepadanya dan kami pun tertawa
Tok tok tok tok pintu kamar kami di ketuk
Yani pun lekas menghampiri nya , ternyataa,,, ibu membawakan mie pesanan kami
Ibu : wah lagi pada seneng banget kayaknya?
Yani : iya bu, hehehe , oh iya ini berapa harga mie rebusnyabu? 
Ibu : 5 ribu aja neng hahhahaha
‘yani : oke ibuuuu sambil membayarnya 
Kami pun makan malam setelah itu kami tidur pulas, hingga kami lupa solat subuh hahahahhahaha
Cuaca sangattt cerahhh sekali dan aku pun di kagetkan dengan seorang anak perempuan yang keluar dari sebah kamar , wah mungkin dia anaknya ibu,, dengan cepat aku langsung mendekatinya 
Aku : dek dek, aku memangggilnya, dek , namanya siapa?
Putri nama adek putri kak
Aku ,,hemmm cantik ya namanya 
Putri: hahahaha iyA kak, SAYA MANDI DULU YA IYA
AKU : OKE DEH

   Hari-hari berlalu aku pun hanya merasa bahagia disana hampir setiap malam aku bermain bulu tangkis bersama mereka   sampailah aku berbincang bincang dengan seorang laki laki mereka serimg memanggilnya bg boy, dia adalah adik nya ibu kos. Wah banyak sekali dia menceritakan tentang bapak polisi itu, selalu tentang dia dirumah itu, hufff bosan rasanya,walaupun aku merasa bosan aku agak tertarik mendengarnya sepertinya dia orang yang paham sekali dengan agama dan sayang dengan orang tua,,akhhhhh membosan kan, aku pun melanjutkan bermain bulu tangkis bersama dengan rohman anak SMA, Pesanten Ar-rahmah tanpa sadar jam berlalu begitu cepat sampai menunjukan pukul 22;00 malam, dan kami mengakhiri permainan kami....
Aku naik keatas dan bertemu teman temanku, si fia, yustina, dan yani , mereka hanya bertanya 
Fia : kamu dari mana ?
yani : iya dari tadi baru keliatan 
aku : habis main bulutangkis sama ank” pesantren seru bangetttt
yani : widiwwww gak ngajakkk curang ihh
aku : aku aja kebetulan tadi pas turun mereka ngajakk yauda deh aku ikutan
yani : (melempar bantal) saja elu mahh
tok tok tok kamar kami di ketuk oleh seseorang , aku pun bergegas membuka pintu
aku : (sambil membuka pintu) siapa?
Ternyata dek putri yang mengetuk
Putri : saya kak, ada yang mau saya sampaikan sama kak santi
Aku : saya? Ada apa ya? masuk dulu masuk dulu

Putri : ada yang mau kenalan sama kakak, namanya bg rendi , 
Aku : lah kok bisa? Liat saya dimana?
Putri : dia melihat kakak setiap hari sebellum kakak berangkat dinas
Yani : widiwww aku deket sama adek-adek...elu sama gurunyaa, joss tenan
Aku : aku ga tau mmm, aku bingung ni, gak mau kenalan nanti di bilang sombong mau kenalan juga ntar aku juga repot
Fia : yaelahh kenapa elu buat repot santai aja kali
Yustina : iya san kan Cuma kenalan aja, gak boleh menutup diri kayak gitu, uda dek kasi aja nomor kak santi, kalau dia ga mau kasi ke kakak aja
Aku : iya iya deh aku mau
 
   Sambil memandangi hp aku menunggu seperti apa si rendi itu sampai beberapa detik,menit, bahkan jam tidak ada satu pun pesan sampai kepadaku, 
Keesokan harinya ketika ku membuka  mata aku punya kebiasaan untuk selalu melihat hp terlebih dahulu sebelum aku beranjak pergi dari temoat tidur. Dan disitu aku meliat ada nomor baru yang masuk di ponsel ku, assalamualaikum ujarnya aku pun membalas waailailkumsalam iya ada apa? Ini siapa ?

   Selepas itu dia tidak ada pesan satu pun yang masuk ke ponselku, dan aku pun menelfon ibu kalau aku sudah tidak memiliki persediaan untuk makan dan sejumlah uang untuk mengerjakan tugas.
Tentang kabar Rendi pun,aku tidak mengurusinya lagi sampai ketika aku pulanng dinas ada sejumlah pesan datang ke hpku tiada henti hentinya , isinya hanya menanyakan kabar dan namaku serta ingin jalan-jalan malam bersamaku menikmati detik detik selesainya praktik kerja lpanganku waktu itu. Dan aku pun menyetujuinya lantaran aku tidak memiliki biaya untuk makan lagi ahahha namanya juga anak kos ynag jauh dari orang tua dan belum bisa mandiri.

Bersambung..........
(post tiap kamis)

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Kota yang menjanjikan kenangan memberikan kerinduan dan mendambakan pertemuan... "Sekadau 2 februari 2018"

    BalasHapus